Tiga orang yang terdiri dari satu
perempuan dan dua laki-laki bersama menuju sekolah mengendarai masing-masing
motor bertangki depan.
Beberapa menit sebelum sampai sekolah,
mereka berhenti dan melihat banyak anak dari sekolah lain menghadang jalan lima
puluh meter dari mereka.
“Serangan fajar sepertinya.” ucap yang
perempuan sambil membuka helm. Ia berada di tengah.
“Boleh lah olahraga dikit pagi-pagi.” ucap
Aldi yang memiliki postur tinggi kurus. Ia berada di samping kanan perempuan
itu.
Sementara Ivan yang berbadan tinggi gemuk
hanya diam dan mematikan mesin motor.
Mereka maju belasan meter dari motor yang
terparkir.
“Satu, dua... seraaang!!” teriak satu anak
dari sekolah lain. Ia dan komplotannya maju berbarengan.
“Siap?” tanya yang perempuan. Menengok ke
kedua temannya.
Di parkiran sekolah...
“Kira-kira siapa aja ya kak yang waktu itu
dideket jatuhan batu itu?” tanya Aeza penasaran. Mematikan mesin mobil.
“Yang jelas sih ada belasan, tapi gue gak
inget pasti siapa aja. Ayo buruan.”
“Hei. Bareng dong.” teriak seseorang
dibelakang mereka. Itu mereka bertiga yang tawuran tadi.
“Pada kusut seragam lo semua.” kata Hime.
Melihat sekilas penampilan mereka.
“Serangan fajar. Diserang sekolah lain.”
jawab perempuan ber nametag Indry Devita.
“Terus lo bertiga menang?”
“Kita nggak bakalan sampe sekolah kalo
kalah.”
“Eh iya, mau nanya dong. Kalian waktu itu
ada di deket lokasi batu jatuh gak pas kemping?” tanya Aeza.
“Kita ke kelas aja dulu. Gue tau lo berdua
ngalamin sesuatu kan?”
“Jadi Hime bisa mengendalikan api,
sementara Aeza bisa mengendalikan air?” tanya Indry serius di bangku belakang
dengan Aeza dan Hime saat jam istirahat.
“Iya. Sementara lo?” tanya Hime.
“Gue... gue bisa berubah jadi macan
kumbang. Mata gue juga berubah kayak mamalia buas itu.”
“Serius?” Aeza tak percaya.
Indry mengangguk.
“Selain itu, luka gue juga bisa sembuh
dengan sendirinya.”
“Kedua temen lo?” tanya Hime lagi.
“Aldi punya kecepatan lari yang kenceng
banget. Sementara Ivan badannya bisa berubah jadi berlian. Badannya jadi super
keras.”
“Terus siapa lagi yang udah lo liat?”
Gadis tomboy itupun menjelaskan yang ia
tau.
Pertama ia melihat Lily, si gadis yang
dianggap aneh oleh setiap anak karena selalu membawa boneka porselen kecil. Tampilannya
tak jauh berbeda dengan Mawar, hanya saja Lily lebih pemalu. Dia dapat
menggunakan telekinesis, menggerakkan objek tanpa menyentuh tangannya,
melainkan dengan pikirannya.
Dia juga dijuluki “Tiga Srikandi Bunga.”
karena sering menjuarai lomba fisika tingkat kota hingga internasional bersama
Mawar dan Melati. Namun julukan itu memudar ketika si kembar membenci Lily dan
bubar jauh sebelum mereka mendapat kekuatan ajaib. Alasannya, hanya Lily yang
selalu disorot media, sementara mereka tak diacuhkan. Alasan itulah yang
membuat mereka bergabung dengan Dark Lord untuk menghukum Lily.
Lalu ada Putri. Gadis berjilbab yang
sifatnya kalem seperti Aeza. Ia dapat mengendalikan, bahkan menumbuhkan segala
hal yang berhubungan dengan tanaman atau tumbuhan. Putri bisa menumbuhkan pohon
kecil apapun setinggi dirinya dan langsung menumbuhkan buah yang sudah matang.
Ia sangat benci dengan seseorang yang merusak tumbuhan dan membuang sampah
sembarangan, bahkan Putri bisa mendengar dan mengerti apa yang tumbuhan ucap
yang tak bisa didengar manusia biasa. Pupil matanya berubah menjadi hijau daun.
Surya. Si tukang tidur yang terlihat malas
namun sangat pintar. Kabarnya Yuko juga menyukai Surya karena sifatnya yang
ramah. Dia bisa mengendalikan angin sesuka hatinya. Warna pupilnya hijau limau.
Dharma dan Lara. Mereka dapat julukan
“Pasangan Jadul.” Karena memang mereka berpacaran dan gaya dandanannya baik di sekolah
maupun saat jalan bareng terkesan kuno. Seperti di film-film era ’70 an. Wajah
Dharma juga tak terlalu culun dan tak termasuk dalam kategori kutu buku.
Sementara Lara semua pakaian yang berkancing dikancingi semua. Terlebih saat
mereka jalan-jalan. Mengendarai vespa klasik. Dharma mengenakan kemeja panjang
kotak-kotak, sementara Lara mengenakan gaun terusan model A dan model rambut
sebahu pada jaman itu membuatnya terlihat sangat jadul. Kebiasaan Lara sangat
berbeda dengan gadis kebanyakan, ia suka menggosokkan bibir dan mulutnya dengan
sirih atau biasa disebut ‘nyirih’ seperti nenek-nenek.Tempat favoritnya hanya
museum dan tempat bersejarah. Kabarnya mereka juga seperti Indry bisa menjadi
hewan juga namun ia belum tau pasti hewan apa. Indry pernah mengintip mereka berubah
menjadi hewan legenda. Namun salah satu dari mereka ada yang berubah menjadi
naga yang panjang seperti ular.
“Itu aja sih yang gue tau. Selebihnya gue belum tau siapa lagi.”